Tangerang, Catatanfaktanews –
Aktifitas truck angkutan tanah yang melintas di jalan raya sering kali mengganggu pengguna jalan di berbagai daerah dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.
Pasalnya, sering kali truck angkutan tanah melanggar aturan jam operasional yang sudah di tentukan oleh pemerintah dan dinas terkait.
Yang mana kali ini aktivitas Truck angkutan tanah melewati jalan pedesaan di wilayah Desa Dukuh, Kecamatan Kikupa, Kabupaten Tangerang – Banten.
Aktivitas Truck angkutan tanah yang melintas di wilayah Desa Dukuh ini hasil telusur investigasi oleh Tim Forum Media Banten Ngahiji (FMBN)
Budi Irawan selaku ketua Forum Banten Ngahiji angkat bicara,
” Aktivitas Truck angkutan tanah yang melintas di jalan Desa Dukuh Ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat pengguna jalan, pasalnya jika ada turun hujan jalanan akan menjadi becek, licin dan berbahaya bagi pengguna jalan dan ketika jalanan kering juga sangat terganggu dengan polusi debu, sangat di sayangkan apabila ha ini di biarkan,” ujarnya.
Budi juga menjelaskan bahwa, kegiatan angkutan truck tanah tersebut patut diduga ada andil dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang memberikan izin operasional, namun hanya mengambil keuntungan pribadi saja, tapi tidak memikirkan atas dampak yang dirasakan oleh masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
Selain itu, Budi juga menerangkan bahwa akan melakukan konfirmasi ke pihak-pihak terkait khususnya pemilik lahan, Satpol-PP hingga izin administrasi tata ruang dan bangunan, apakah sudah melakukan ijin resmi ataukah jangan-jangan belum melakukan hanya sekedar koordinasi lingkungan’ tegas Budi.
Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak buruk bagi pengguna jalan agar tidak berlarut-larut dan juga berharap menjadi perhatian oleh pemerintah setempat untuk segera dilakukan penertiban,” Ungkapnya.
Berdasarkan Informasi Yang dihimpun oleh awak media mewawancarai salah satu pekerja
“saya hanya pekerja yang menjalankan perintah kantor”.
Dan pada saat ditanya siapa pemilik lahan,
ia menjawab tidak tahu karena kami hanya menjalankan perintah dari kantor ujar inisial R di lokasi.
Masyarakat Desa Dukuh berharap agar pihak pemerintah segera mencari solusi atas peristiwa ini, agar pengguna jalan bisa melintas dengan aman, sementara awak Maedia akan terus menulusuri sampai tuntas.
Sampai berita ini terbitkan belum ada yang dapat dikonfirmasi dari pemilik lahan maupun pemerintah terkait.
( Deni s/Redaksi CFN ).